efek pada blog

Kamis, 26 Februari 2015

gambar animasi


Story Telling

THE ANT AND THE DOVE

One hot day, an ant searching for some water. After walking around for some time, she came to a spring.

                To reach the spring she had to climb up a blade of grass. While making her way up, she slipped  and fell into the water.

                She could have drowned if a dove up a nearby tree had not helped her. Seeing that the ant was in trouble, the dove quickly plucked a leaf and dropped it into the ater near the struggling ant.

                The ant moved towards the leaf and climbed up there. Soo, it carried her safely to dry ground.

                Just that the time,a hunter nearby was throwing out his net towards the dove,hoping to trap it. Guessing what he was about to do, the ant quickly bit him on the heel. Feeling the pain,the hunter dropped his net. Quickly, the dove flied away to safety.

Senin, 23 Februari 2015

cerpen

                                              Perahu Kertas : Novel Bernuansa Alam

Novel Perahu Kertas dimulai dengan kisah sorang anak muda bernama Keenan. Tokoh sentral lainnya adlah wanita beertubuh mungil bernama Kugy. Ia digambarkan dengan kepribadian yang riang dan ceria serta mencintai dunia tulis menulis. Hal ini yang membuati melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di salah satu Universitas di Bandung. Tempat kuliah yang sama dengan tokoh lainnya, keenan.
                Persahabatan Kugy, Keenan, Eko, dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat. Lain lagi dengan Keenan, ia juga sibuk dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Namun, beberapa aktu hungan tersebut menjadi pelik dan menghentak Keenan. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenanpun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Ubud, Bali. Di pulau dewata tersebut, Keenan tinggal dengan pak Wayan, sahabat ibunya. Masa masa bersama keluarga pak Wayan yang semuanya merupakan seniman seniman tersohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan pelan.

                Secara umum, Dee mengemas cerita cinta ini dengan sederhana namun sarat makna. Kisah ini tentang pencarian cinta yang di biarkan mengalir hingga kembali bermuara seperti perahu kertas. Melalui Kugy dan Keenan, Dee menyajikan cerita cinta yang biasa namun dalam. Pemilihan kata serta alur taktis membuat kisah di dalam novel perahu kertas ini menarik untuk dibaca. Meski teramat ringan, namun ciri khas Dee dalam derita ini sama memikatnya dengan buku bertema berat milik Dee lainnya.

Sabtu, 21 Februari 2015

video procedure b inggris


video procedure b inggris


Video Stand Up Comedy


judul blog


Kebersamaaan IX G


Puisi



             Rinduku Sahabatku

Sahabat...
Sedang apakah engkau disana?
Lama ku tak mendengar kabarmu
Lama ku tak melihatmu
Sahabat...
Ku ingin seperti dulu
Bersendau gurau bersama
Melewati hari-hari bersama
          Sahabat...
Engkau bagaikan udara bagiku
Tanpamu ku tak bisa hidup
Sahabat ku rindu padamu

Lafadh Alloh SWT saat MTs N 1 Kebumen Bershalawat


Kata-kata Bijak



KATA-KATA BIJAK  
          

*      JANGAN KATAKAN TIDAK BISA SEBELUM  MENCOBA!

*      YOU CAN IF YOU THINK YOU CAN!

*      NO PAIN NO AGAIN!

*      ALLOH TAHU TAPI MENUNGGU

*      DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

*      KERINGAT YANG MENGALIR DI MEDAN LATIHAN ADALAH PENEMBUS DARAH DI MEDAN PERTEMPURAN!

*      HARI ESOK HARUS LEBIH BAIK DARI HARI INI!

*      SAYA TIDAK PATAH SEMANGAT KARENA SETIAP USAHA YANG SALAH ADALAH  SATU LANGKAH MAJU!

*      BELAJARLAH DARI PENGALAMAN KARENA PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK!

*      IF YOU CAN DREAM IT YOU CAN DO IT!

Jumat, 20 Februari 2015

My Friend


Kebersamaan IX G


Cerpen




Hotel yang ditempati oleh Sam bukanlah hotel bintang lima. Bisa dikatakan hotel yang ditempatinya adalah hotel berbintang satu. Itu terbukti dari kondisi hotel yang tidak begitu terawat. Banyak kamar yang ditutup karena tidak layak pakai. Tapi karena kondisi kamar mandinya masih bagus dan bersih, Sam akhirnya mau untuk menempati kamar nomor 9. Walaupun memang kalau diperhatikan, kondisi kamarnya sudah terlihat sangat lama dan tempat tidurnya pun sudah sangat tua. Terbukti saat Sam mencoba merebahkan tubuhnya di tempat tidur, timbul bunyi “kriek-kriek”. Sam terpaksa menginap di hotel ini karena hanya hotel ini satu-satunya yang berada di kota dimana dia harus meliput berita. Pekerjaan sebagai seorang wartawan dia tekuni sejak lulus dari kuliah.
Malam semakin larut, akan tetapi Sam belum tidur. Dia masih asyik dengan laptopnya dan sesekali melihat hasil jepretannya di kamera. Saat Sam akan menutup laptopnya, terdengar suara berisik dari luar Hotel. Sam pun segera menuju jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi. Terlihat ada dua orang sedang berdiri di tepat di depan jendela kamar Sam. Mereka kelihatannya sedang membicarakan masalah serius. Terlihat dari raut muka mereka yang serius. Salah seorang di antara mereka bersandar pada tembok salah satu gudang yang berada tepat di depan jendela kamar Sam. Yang satu berbadan gemuk dengan topi hitam di kepalanya dan satunya lagi berbadan kerempeng dengan berambut cepak. Orang yang berbadan gemuk itulah yang bersandar di tembok gudang. Mereka tidak tahu kalau ada yang memperhatikan mereka yaitu Sam. Sam tetap pada posisinya. Tidak beranjak dari tempatnya semula. Karena dia curiga dengan dua orang itu. Sam mengambil kameranya dan mulai mengambil gambar, mereka dari balik jendela kamarnya.
Setelah setengah jam tidak terjadi apa-apa. Namun terlihat si gemuk menyalakan rok*k dan mulai menyulutnya. Malam itu memang dingin, mungkin rok*k bisa menghangatkannya. Mata Sam pun mulai terlihat mengantuk dan sesekali matanya terpejam. Dan setelah satu jam berlalu, seseorang berkumis dengan badan atletis menghampiri mereka berdua. Terlihat orang itu sangat galak. Terlihat bagaimana dia tiba-tiba menampar salah satu dari mereka. Orang yang ditampar itu ternyata adalah si kerempeng. Setelah ditampar, dia berlalu pergi. Sam pun dengan jeli memperhatikan apa yang akan terjadi. Dan setelah beberapa menit, tiba-tiba ada sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka. Dan ternyata yang mengemudikan adalah si kerempeng. Dia membuka pintu samping mobil dan menurunkan seorang laki-laki yang ditutup matanya. Laki-laki itu tedengar berteriak-teriak tapi hal itu sia-sia karena mulutnya disumpal dengan kain. Laki-laki itu berbadan gemuk dengan rambut yang pendek. Tiba-tiba saja laki-laki yang berbadan atletis tadi langsung memukulnya. Sontak saja Sam kaget. Dia langsung mengambil gambar dengan kameranya. Si ateltis pun semakin gila memukulnya. Memang terlihat kasihan. Akan tetapi Sam enggan untuk keluar dan membantu laki-laki tadi. Karena dipikirnya dia tidak tahu masalah apa yang terjadi di antara mereka. Sam lebih memilih mengambil gambar dari balik jendela kamar.
Setelah selesai memukulinya, si atletis langsung menginstruksi para temannya yaitu si gendut dan si kerempeng untuk membawa laki-laki yang ditutup matanya ke dalam gudang. Dan yang membuat Sam kaget bukan kepalang adalah ternyata si kerempeng membawa pisau di tangannya. Sam pun ingin sekali melihat apa yang terjadi. Akan tetapi ketakutannya seakan mencegahnya. Apalagi dia adalah seorang pendatang. Dia lebih memilih tetap berada di balik jendela kamar.
Setelah kira-kira setengah jam, si atletis keluar di susul dengan si kerempeng dan si gendut. Akan tetapi laki-laki yang satunya tidak keluar. Sam tetap menunggunya. Dan setelah beberapa saat dia pun keluar tapi penutup matanya telah di buka. Kemudian menyusul ketiga orang yang telah menunggunya di mobil. Tiba-tiba dari sebelah kanan terlihat orang membawa kamera. Dan mereka semua tertawa bersama. Ternyata mereka sedang membuat film. Dalam hati Sam berkata “Sialan!!”