Perahu Kertas : Novel Bernuansa Alam
Novel Perahu Kertas dimulai
dengan kisah sorang anak muda bernama Keenan. Tokoh sentral lainnya adlah
wanita beertubuh mungil bernama Kugy. Ia digambarkan dengan kepribadian yang
riang dan ceria serta mencintai dunia tulis menulis. Hal ini yang membuati
melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di salah satu Universitas di
Bandung. Tempat kuliah yang sama dengan tokoh lainnya, keenan.
Persahabatan Kugy, Keenan, Eko,
dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka renggang. Kugy sibuk
dengan muridnya di sekolah darurat. Lain lagi dengan Keenan, ia juga sibuk
dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Namun, beberapa aktu
hungan tersebut menjadi pelik dan menghentak Keenan. Ia sedih, remuk dan
kecewa. Keenanpun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Ubud, Bali.
Di pulau dewata tersebut, Keenan tinggal dengan pak Wayan, sahabat ibunya. Masa
masa bersama keluarga pak Wayan yang semuanya merupakan seniman seniman
tersohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan pelan.
Secara
umum, Dee mengemas cerita cinta ini dengan sederhana namun sarat makna. Kisah
ini tentang pencarian cinta yang di biarkan mengalir hingga kembali bermuara
seperti perahu kertas. Melalui Kugy dan Keenan, Dee menyajikan cerita cinta
yang biasa namun dalam. Pemilihan kata serta alur taktis membuat kisah di dalam
novel perahu kertas ini menarik untuk dibaca. Meski teramat ringan, namun ciri
khas Dee dalam derita ini sama memikatnya dengan buku bertema berat milik Dee
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar