efek pada blog

Senin, 23 Februari 2015

cerpen

                                              Perahu Kertas : Novel Bernuansa Alam

Novel Perahu Kertas dimulai dengan kisah sorang anak muda bernama Keenan. Tokoh sentral lainnya adlah wanita beertubuh mungil bernama Kugy. Ia digambarkan dengan kepribadian yang riang dan ceria serta mencintai dunia tulis menulis. Hal ini yang membuati melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di salah satu Universitas di Bandung. Tempat kuliah yang sama dengan tokoh lainnya, keenan.
                Persahabatan Kugy, Keenan, Eko, dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat. Lain lagi dengan Keenan, ia juga sibuk dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Namun, beberapa aktu hungan tersebut menjadi pelik dan menghentak Keenan. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenanpun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Ubud, Bali. Di pulau dewata tersebut, Keenan tinggal dengan pak Wayan, sahabat ibunya. Masa masa bersama keluarga pak Wayan yang semuanya merupakan seniman seniman tersohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan pelan.

                Secara umum, Dee mengemas cerita cinta ini dengan sederhana namun sarat makna. Kisah ini tentang pencarian cinta yang di biarkan mengalir hingga kembali bermuara seperti perahu kertas. Melalui Kugy dan Keenan, Dee menyajikan cerita cinta yang biasa namun dalam. Pemilihan kata serta alur taktis membuat kisah di dalam novel perahu kertas ini menarik untuk dibaca. Meski teramat ringan, namun ciri khas Dee dalam derita ini sama memikatnya dengan buku bertema berat milik Dee lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar